102263397

an nashihah

Bismillahirrohmanirrohim

Tentukan Jalanmu!

 

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ ، نَذِيرًا لِلْبَشَرِ ، لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ

“Sesungguhnya (neraka) itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia. (Yaitu) bagi siapa saja di antara kalian yang berkehendak akan maju atau mundur.” [Al-Muddatstsir: 35-37]

Roda kehidupan ini terus berputar dan tidak mengenal kata berhenti. Dalam perputarannya, pasti ada dua hal yang menyertai: maju ke depan atau mundur ke belakang. Kalau bukan maju menuju ketaatan berarti dia mundur ke arah kejelekan. Jika tidak maju menuju surga, berarti mundur menuju neraka. Karena, tidak ada kedudukan antara surga dan neraka. (Demikian makna keterangan Ibnul Qayyim dan sejumlah ahli tafsir)

Ini semakna dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا

“Setiap orang berusaha sehingga dia menjual dirinya (dalam transaksi kehidupan). Ada yang membebaskan dirinya (dari neraka), tetapi juga ada yang membinasakannya.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ

“Dan katakanlah, ‘Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, tetapi barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.’.” [Al-Kahf: 29]

Banyak dalil lain yang semakna dengan kandungan dua ayat dan hadits di atas.

Senantiasalah tentukan jalan dan pilihanmu dalam kesempatan hidup ini. Jalan yang mendekatkanmu kepada surga adalah terang sebagaimana jalan yang mengantar kepada neraka juga jelas.

Jalan kehidupan seorang mukmin adalah jalan yang pasti, bukan keraguan, was-was, dan kebimbangan.

Selalu terbuka untuk seorang mukmin, pintu harapan akan kebaikan yang berada di sisi Allah, serta menghindarkan diri dari segala hal yang dibenci dan mendekatkan kepada neraka.

Tentukan pilihanmu, selalulah menatap ke depan, dan jangan mundur ke belakang. Semoga Allah memberi keteguhan dan kelapangan hati di atas petunjuk.

sumber: http://dzulqarnain.net/tentukan-jalanmu.html

sekilas tentang “Jet Peel”

Bismillahirrohmanirrohim

Dalam perawatan kulit (skin care) sering kita mengenal istilah peeling baik itu chemical peeling ataupun mechanical peeling. lalu apa bedanya dengan Jet peel? Serupa tapi tak sama. Semua prosedur di atas tujuannya eksfoliate (mengelupas/mengamplas kulit) dengan mengangkat kulit terluar (kulit mati) sehingga kulit akan tampak lebih bersih dan halus.

Jetpeel merupakan prosedur perawatan kulit yang tidak menimbulkan rasa nyeri, bahkan klien akan merasa segar setelah perawatan dengan jet peel. tidak menimbulkan kemerahan pada wajah.

veicolazione-transdermica-jet-peel

Prinsipnya : dalam perawatan ini digunakan larutan saline dan udara yang dipancarkan dengan kecepatan 200m/s, sehingga dapat mengangkat 1/3 kulit mati, sekaligus “mengairi” dan memberikan oksigenasi pada kulit.

Tujuannya: Deep cleanses (membersihkan kulit), exfoliates  (mengangkat kulit mati), hydrates (melembabkan), oxygenates (menutrisi kulit) and micro-circulates (memperbaiki sirkulasi kulit). sehingga kulit akan tampak kenyal, lembut, mengurangi hiperpigmentasi, mengurangi kerutan (wrinkle), dan membersihkan bekas acne.

Dapat dilakukan pada area wajah dan leher (umumnya), tapi dapat juga digunakan pada bagian tubuh lain yang membutuhkan deep cleanses (head to toe). Perawatan ini  aman untuk semua jenis kulit, bahkan untuk yang berjerawat, krn dapat me’remove‘ comedo tanpa rasa sakit.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, perawatan ini dapat di ulang tiap 10-30 hari sekali.

Keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah

Bismillahirrohmanirrohim

Agar kita lebih bersemangat lagi beribadah di 10 hari pertama bulan dzulhijjah, butuh uraian singkat tentang keutamaannya.

Penjelasan berikut di ambil dari http://dzulqarnain.net/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah.html

Semoga bermanfaat….. Wa barokallohu fiikum

Dalam Al-Qur`an Al-Karim, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” [Al-Fajr: 1-2]

Setelah menyebutkan sejumlah ucapan ulama tafsir tentang ayat di atas, seorang mufassir ternama, lbnu Jarir rahimahullâh, dalam Tafsir-nya, menyimpulkan bahwamalam yang sepuluh” tersebut adalah malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan para ulama tafsir tentang hal tersebut.[1]

Ibnu Katsir rahimahullâh juga menguatkan hal tersebut sembari berkata, “Yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh Dzulhijjah sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbâs, Ibnu Az-­Zubair, Mujahid, dan ulama salaf (terdahulu) dan khalaf (belakangan) selain mereka ….”

Allah Subhânahû wa Ta’âlâ berfirman pula,

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ. لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ….” [Al-Hajj: 27-28]

Menurut lbnu Katsir rahimahullâh, yang dimaksud dengan “hari-hari yang telah ditentukan” dalam ayat di atas adalah sepuluh hari Dzulhijjah. Beliau menukil hal tersebut dari Ibnu ‘Abbâs, Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallâhu ‘anhumâ, Mujâhid, Qatâdah, ‘Athâ`, Sa’îd bin Jubair, Al-Hasan, Adh-Dhahhâk, ‘Athâ` Al-Khurasâny, dan lbrahim An-Nakha’iy, serta merupakan pendapat Madzhab Asy-Syâfi’iy dan yang masyhur dari Ahmad –semoga Allah merahmati mereka seluruhnya-.

Berdasarkan keterangan-keterangan dari dua ayat di atas, bisa disimpulkan bahwa sepuluh hari Dzulhijjah merupakan hari-hari yang memiliki fadhilah yang sangat besar bagi kaum muslimin.

Selain itu, bila kita memperhatikan berbagai ibadah yang disyariatkan pada sepuluh hari Dzulhijjah ini, akan tampak dengan jelas berbagai keistimewaan sepuluh hari tersebut. Al-­Hafizh Ibnu Hajar rahimahullâh berkata, “Yang tampak adalah bahwa keistimewaan sepuluh hari Dzulhijjah adalah karena (hari-hari itu merupakan) tempat berkumpulnya pokok-pokok ibadah, yaitu shalat, puasa, shadaqah dan haji, yang hal tersebut tidaklah terjadi pada (hari-hari) lain.”[2]

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga telah menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Hal tersebut dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ. فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tiada suatu hari pun yang amal shalih pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini. (Para shahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak pula (dilebihi oleh) jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘(Ya), tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun dari hal tersebut.’.” [3]

Hadits di atas merupakan hadits pokok yang menjelaskan keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijjah yang mengandung beberapa pelajaran, di antaranya:

Pertama, menunjukkan keutamaan beramal kebaikan pada sepuluh hari awal Dzulhijjah sehingga keutamaan beramal pada hari-hari tersebut tidak terkalahkan oleh amalan apapun pada selain hari-hari itu, termasuk amalan jihad di jalan Allah yang tidak mengakibatkan seseorang mati syahid karenanya. Oleh karena itulah, para ulama salaf sangat mengagungkan hari-hari Dzulhijjah ini.

Abu Utsman An-Nahdy[4] rahimahullâh berkata, “Sesungguhnya mereka (shahabat dan tabi’in) mengagungkan tiga sepuluh: sepuluh (hari) terakhir dari Ramadhan, sepuluh (hari) awal dari Dzulhijjah, dan sepuluh (hari) awal dari Muharram.”[5] Oleh karena itu, ini adalah suatu nikmat dan anugerah Allah kepada kaum muslimin agar mereka memanfaatkan sepuluh hari Dzulhijjah tersebut dengan sebaik mungkin.

Kedua, keterangan bahwa amalan shalih pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada amalan shalih yang bukan pada hari-hari tersebut menunjukkan bahwa segala amalan shalih pada sepuluh hari tersebut pahalanya dilipatgandakan.

Ketiga, frasa “amal shalih” yang dimaksud adalah sebuah konteks umum yang meliputi segala jenis amalan shalih, baik amalan shalih yang syariat dan tuntunannya dalam bulan Dzulhijjah telah tetap, seperti pelaksanaan haji, puasa ‘Arafah, hari An-Nahr (‘Idul Adha), berqurban, berpuasa, dan memperbanyak takbir, maupun amalan shalih yang merupakan hal yang disyariatkan atas setiap muslim pada segala keadaan, seperti ibadah-ibadah wajib, ibadah sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur`an, menyambung silaturahmi, dan berbakti kepada orang tua.

Keempat, dalam hal memperbandingkan antara sepuluh hari awal Dzulhijjah dan sepuluh malam akhir Ramadhan, terjadi silang pendapat di kalangan ulama tentang yang paling utama antara keduanya.

Ibnul Qayyim menukil dari gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh, bahwa Syaikhul Islam menyatakan, “Fashlul khithâb ‘pendapat yang menuntaskan perselisihan’ adalah bahwa malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan lebih utama daripada malam-malam sepuluh (hari) awal Dzulhijjah karena Rasulullahshallallâhu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam hal menunaikan ibadah pada malam-malam tersebut dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan terhadap malam-malam lain, sedangkan hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah lebih utama daripada hari-hari sepuluh terakhir Ramadhan berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbâs ini dan sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, ‘Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari An-Nahr’ [6] serta keutamaan yang datang dalam hari ‘Arafah[7].”[8]

Demikian pula keterangan Al-Mubarakfury rahimahullâh [9].

Dari Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim rahimahullâh juga menukil jawaban yang semakna, dengan redaksi yang lebih ringkas, sembari menyifatkan jawaban itu sebagai jawaban yang sangat memuaskan lagi mencukupi. Beliau juga menyatakan bahwa siapa saja yang menjawab bukan dengan rincian beliau, ia tidak mungkin membawakan argumen yang benar.[10]

Namun, Ibnu Rajab rahimahullâh memandang bahwa pendapat di atas adalah pendapat yang jauh dari kebenaran. Bagi beliau, hadits-hadits tentang lebih utamanya sepuluh hari awal Dzulhijjah berlaku umum untuk malam dan siang hari[11].

Wallâhu A’lam.


[1] Jâmi’ul Bayân 12/559.

[2] Fathul Bâry 2/460.

[3] Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry no. 969, Abu Dâwud no. 2438, At-Tirmidzy no. 756 (lafazh hadits adalah milik beliau), dan Ibnu Mâjah no. 1727.

[4] Beliau adalah Abdurrahman bin Mull, salah seorang ulama tabi’in yang wafat pada tahun 95 H.

[5] Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr Al-Marwazy dalam Ash-Shalâhsebagaimana dalam Ad-Durr Al-Mandzûr 8/502 karya As-Suyuthy. Baca pulalahLathâ’if Al-Ma’ârif hal. 31 karya Ibnu Rajab (cet. Maktabah Ar-Riyadh Al-Haditsiyah).

[6] Takhrîj-nya akan disebutkan.

[7] hadits tentang keutamaan hari ‘Arafah akan disebutkan.

[8] Demikian nash ucapan Ibnu Taimiyah yang dinukil oleh muridnya, Ibnul Qayyim, dalam Tahdzîb As-Sunan 6/315.

[9] Bacalah kitab beliau, Tuhfatul Ahwâdzy, pada penjelasan hadits no. 506 dariSunan At-Tirmidzy (Abwâb Ash-Shiyâm Bab fi Amal fi Ayyâm At-Tasyrîq).

[10] Bacalah Badâ`i’ul Fawâ`id 3/683.

[11] Bacalah keterangan beliau dalam Lathâ`if Al-Ma’ârif hal. 282.

Resep Udang Goreng Mentega

Bismillahirrohmanirrohim

Resep ini sangat disukai aisyah, dia akan makan dengan lahap tanpa aku bersusah payah membujuknya membuka mulut untuk makan. Dia akan menghabiskan porsi makannya dengan cepat. Resep ini bisa jadi alternatifku klo aisyah lagi ga mau makan.

Stok udang harus selalu “ready”, jadi klo sewaktu2 butuh “ada”. Memasaknya pun mudah……

Berikut resep memasaknya :

Resep udang Goreng Saus mentega

Bahan:

– 500 gram udang ukuran besar
– 50 gram margarine
– 7 sendok makan kecap asin
– 7 sendok makan kecap inggris
– 1/2 sendok teh lada halus
– 2 sendok makan kecap manis
– 2 siung bawang putih dimemarkan

Cara Mengolah:

1. Bersihkan udang (Buang ujung kepala udang dan  keluarkan kotorannya)
3. Goreng udang sampe dengan berubah warna.
4. Tumis bawang putih dengan margarin.
5. Masukkan kecap asin, kecap manis dan kecap inggris.
6. Tambahkan lada halus.
7. Setelah mendidih, masukkan udang goreng.
8. Aduk-aduk sebentar di atas api agar bumbu menyerap, kemudian angkat.
9. Hidangkan selagi panas.

Selain resep memasak udang, ini tak kalah pentingnya….

Tips menyimpan udang agar tetap enak:

  1. Udang segar tahan 1-2 hari jika didinginkan, dan tahan 2 bulan jika dibekukan( kepalanya harus dibuang).
  2. Udang lebih baik dibekukan dalam keadaan mentah. Jika ingin mencairkan udang segera, masukkan dalam air dingin jangan air hangat.
  3. Jangan lupa tuliskan tanggal membelinya dan menyimpannya, agar kita tidak lupa.
  4. Udang dsimpan dalam plastik tertutup rapat.

 

 

 

Resep “Steak Daging Sapi” Rumahan

Bismillahirrohmanirrohim….

Menyambut Lebaran Haji (Idul Adha), akan banyak daging (sapi atau kambing) yang kita sendiri bingung mau dimasak apa-krn bosan dimasak itu2 aja? ingin memasak sesuatu yang beda dari biasanya. Resep ini bisa jadi alternatif masakan yang kita sajikan….

Resep di ambil dari blog tetangga, karena masih belajar juga jadi aq copas aja…

Semoga sukses belajar masaknya🙂

Bahan Utama :
1. 500 gram daging has dalam sapi, yang dibiarkan utuh
2. 2 sekdok makan susu bubuk larutkan dengan 150 ml air
3. 2 sendok makan minyak sayur
4. 4 sendok makan kecap manis
5. 750 mili liter air putih
6. Garam secukupnya

Bumbu steak daging sapi :
1. 1/2 sendok teh merica butiran, haluskan
2. 1/2 centimeter biji pala, haluskan
3. 5 siung bawang putih, haluskan

Setup sayuran steak daging sapi :
1. 20 gram bawang bombay, cincang halus
2. 3 sendok makan biji jagung manis
3. 1 siung bawang putih, cincang halus
4. 3 sendok makan kacang polong beku
5. 1 buah wortel, potong dadu 1 cm
6. 1 sendok makan margarin

Cara membuat steak daging sapi :
1. Pertama tusuk-tusuk daging sapi menggunakan sendok garpu.
2. Kemudian lumuri daging sapi dengan bumbu halus sampai rata.
3. Masukkan kecap, aduk hingga rata kemudian simpan diwadah bertutup dan masukkan ke dalam kulkas selama satu malam.
4. Setelah itu panaskan minyak, masukkan daging berikut bumbu rendamannya.
5. Kemudian aduk hingga seluruh sisi daging berwarna kecokelatan.
6. Masukkan air, tutup panci dan masak hingga daging menjadi empuk.
7. Lalu angkat, potong-potong daging sapi dengan arah melintang.
8. Masukkan kembali ke panci, dan beri susu.
9. Masak kembali hingga kuah daging sapinya mendidih.
10. Setelah mendidih lalu angkat.

Untuk memasak setup sayuran steak daging sapi, maka tumis bawang putih dan bawang bombay hingga tercium wangi. Kemudian tambahkan sayuran dan aduk sebentar lalu segera angkat. Hidangkan steak daging sapi ini bersama sayuran, resep ini dibuat untuk 4 porsi.

Jadwal Imunisasi Anak Kita, check it out…..

Bismillahirrohmanirrohim…..

Berapa usia anak kita sekarang? Seharusnya di usianya yang sekarang sudah mendapatkan imunisasi apa saja? Bagaimana kalau ternyata sudah terlambat dari jadwal seharusnya? Masihkah perlu diimunisasi?

Berikut saya ringkaskan jadwal imunisasi Versi IDAI dan cara melakukan kejar imunisasi jika ternyata kita terlambat melakukan imunisasi pada anak kita.

Check jadwalnya di bawah ini! Sudahkah diimunisasi?

Keterangannya untuk masing2 imunisasi :

(Rekomendasi imunisasi ini berlaku mulai 1 Januari 2014)

  1. Vaksin Hepatitis B. Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian injeksi vitamin K1.
  2. Vaksin Polio. Pada saat bayi dipulangkan harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan vaksin OPV atau IPV.
  3. Vaksin BCG. Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal umur 2 bulan.
  4. Vaksin DTP. Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu.
  5. Vaksin Campak. Campak diberikan pada umur 9 bulan, 2 tahun dan pada SD kelas 1 (program BIAS).
  6. Vaksin Pneumokokus (PCV). Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.
  7. Vaksin Rotavirus. Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali.
  8. Vaksin Varisela. Vaksin varisela dapat diberikan setelah umur 12 bulan, namun terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
  9. Vaksin Influenza. Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu.
  10. Vaksin Human papiloma virus (HPV). Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun.

Panduan melakukan kejar imunisasi, bagi yang terlambat melakukan imunisasi untuk putra putri kita :

1. BCG

  • Imunisasi BCG sebaiknya pertamakali diberikan pada saat bayi berusia 2-3 bulan.
  • Apabila bayi telah berusia > 3 bulan dan belum mendapatkan imunisasi BCG, maka harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Bila hasilnya negatif, imunisasi BCG dapat diberikan.
  • Imunisasi BCG tidak membutuhkan booster (pengulangan).

2. Hepatitis B

  • Imunisasi pertama hepatitis B diberikan sedini mungkin setelah lahir (jika memungkinkan < 12 jam), kemudian dilanjutkan dengan interval 4 minggu dari dosis pertama dan interval imunisasi kedua dan ketiga yang dianjurkan adalah minimal 2 bulan dan terbaik setelah 5 bulan.
  • Apabila sang anak belum mendapatkan imunisasi hepatitis B semasa bayi, maka imunisasi hepatitis B tersebut dapat diberikan kapan saja, sesegera mungkin, tanpa harus memeriksakan kadar AntiHBs-nya.
  • Catatan: jika sang ibu memiliki hepatitis B ataupun sang anak pernah menderita penyakit kuning, maka dianjurkan memeriksakan kadar HBsAg dan antiHBs terlebih dahulu.

3. Diptheria, Pertusis, dan Tetanus (DPT)

  • Imunisasi DPT diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar dan dilanjutkan booster 1 kali dengan jarak 1 tahun setelah DPT3. Pada usia 5 tahun (sebelum masuk SD) diberikan imunisasi DPT (DPaT/Tdap) dan pada usia 12 tahun berupa imunisasi Td. Pada wanita, imunisasi TT perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali pada ibu hamil, yang bertujuan untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir.
  • Apabila Imunisasi DPT terlambat diberikan, maka berapa pun interval keterlambatannya jangan mengulang dari awal, namun langsung lanjutkan imunisasi sesuai jadwal.
  • Bila anak Anda belum pernah diimunisasi dasar pada usia < 12 bulan, maka imunisasi dasar DPT dapat diberikan pada usia anak sesuai jumlah dan interval yang seharusnya.
  • Imunisasi DPT keempatnya tetap diberikan dengan jarak 1 tahun dari yang ketiga, dengan catatan sebagai berikut:– Bila imunisasi DPT keempat diberikan sebelum ulang tahun keempatnya, maka pemberian imunisasi DPT kelima dapat diberikan sesuai jadwal, paling cepat 6 bulan sesudahnya.- Bila imunisasi DPT keempat diberikan setelah ulang tahun keempatnya, maka pemberian imunisasi DPT kelima tidak diperlukan lagi.

 4. Polio

  • Ada dua macam imunisasi polio yang tersedia:

– Imunisasi polio oral (OPV) dengan jadwal pemberian: saat lahir, usia 2, 4, 6, dan 18 bulan
– Imunisasi polio suntik (IPV) dengan jadwal pemberian: usia 2, 4, 6, 18-24 bulan dan 6 – 8 tahun

  • Bila imunisasi polio terlambat diberikan, Anda tidak perlu mengulang pemberiannya dari awal lagi. Cukup melanjutkan dan melengkapinya sesuai jadwal tidak peduli berapa pun interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

5. Campak

  • Imunisasi Campak sebaiknya diberikan pada usia 9 bulan dan dosis penguatan(second opportunity pada crash program campak) pada usia 24 bulan serta saat SD kelas 1-6.
  • Untuk anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak, bila saat itu anak berusia 9-12 bulan, berikan kapan pun saat bertemu.
  • Bila anak berusia > 1 tahun, berikan MMR. Jika sudah diberi MMR usia 15 bulan, tidak perlu campak di usia 24 bulan.

6. Measles, Mumps, dan Rubella (MMR)

  • Imunisasi MMR diberikan pada saat anak berusia 15-18 bulan dengan jarak minimal dengan imunisasi campak 6 bulan.
  • Catatan : Imunisasi MMR merupakan imunisasi dengan virus hidup yang dilemahkan, sehingga harus diberikan dalam kondisi anak yang sehat dan dengan jarak minimal 1 bulan sebelum atau sesudah penyuntikan imunisasi lain.
  • Booster perlu diberikan saat anak berusia 6 tahun.
  • Bila lewat 6 tahun dan belum juga mendapatkannya, berikan imunisasi campak/MMR kapan saja saat bertemu. Pada prinsipnya, pemberian imunisasi campak 2 kali atau MMR 2 kali.

7. Haemophillus influenzae B (HiB)

  • Imunisasi HiB diberikan diberikan pada usia 2,4, dan 6 bulan, dan diulang pada usia 18 bulan.
  • Apabila anak datang pada usia 1-5 tahun, HiB hanya diberikan 1 kali. Untuk anak di atas usia 5 tahun, tidak perlu diberikan, karena penyakit ini hanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun

8. PCV

  • Tidak seperti imunisasi yang lain, jadwal kejar imunisasi terhadap pneumokokus ini diberikan tergantung usia bayi/anak Anda.
  • Bila bayi/anak Anda terlambat mendapatkannya, maka jadwal imunisasi pneumokokusnya adalah sebagai berikut:

2-6 bulan    –>  3 dosis, interval 6-8 minggu (Ulangan 1 dosis, usia 12-15 bulan)

7-11 bulan  –>  2 dosis, interval 6-8 minggu (Ulangan 1 dosis, usia 12-15 bulan)

12-23 bulan –>  2 dosis, interval 6-8 minggu

>24 bulan    –>  1 dosis

9. Rotavirus

  • Ada dua imunisasi Rotavirus yang terdapat di Indonesia:(Rotateq diberikan 3 dosis dan Rotarix diberikan 2 dosis)
  • Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

10. Influenza

  • Vaksin influenza diberikan dosis tergantung usia anak.
  • Usia 6-35 bulan ( atau <3tahun ) dosis yang diberikan cukup separuh dosis dewasa yaitu 0,25 ml.
  • Usia > 3 tahun diberikan 0,5 ml.
  • Usia < 8 tahun, untuk pemberian pertama diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu
  • Usia > 8 tahun, maka dosis pertama cukup 1 dosis saja satu kali setahun dan diulang setiap tahun.

11. Varisela

  • Vaksin varisela diberikan pada anak > 1 tahun sebanyak 1 kali. Untuk anak berusia > 13 tahun atau pada dewasa, diberikan 2 kali dengan interval 4-8 minggu.
  • Apabila terlambat, berikan kapan pun saat pasien datang, karena imunisasi ini bisa diberikan sampai dewasa.

12. Hepatitis A dan Tifoid

  • Imunisasi hepatitis A dan tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun.
  • Imunisasi hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6-12 bulan.
  • Imunisasi tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun, dengan ulangan setiap 3 tahun.
  • Apabila anak terlambat mendapatkannya, maka keduanya dapat diberikan kapan saja hingga usia dewasa.

13. Human Papilloma Virus (HPV)

  • Vaksin HPV diberikan sejak anak berusia 10 tahun sebelum menikah/berhubungan seksual, dan dapat diberikan hingga anak berusia 26 tahun.
  • Suntikan vaksin HPV dilakukan sebanyak 3 kali, dengan interval pemberian 0-1-6 bulan atau 0-2-6 bulan.

Prinsipnya bahwa pemberian imunisasi dasar sampai usia 1 tahun bertujuan untuk mendapatkan kekebalan pertama kalinya. Pada saat usia anak 1-4 tahun, imunisasi yang diberikan sebagai imunisasi ulangan untuk memperpanjang masa kekebalan imunisasi dasarnya sekaligus kesempatan  bagi mereka yang mengalami keterlambatan imunisasi untuk melengkapi imunisasinya (catch-up).

Imunisasi awal yang diberikan fungsinya memacu perlindungan tubuh kita walaupun kadarnya belum memberikan perlindungan jangka panjang. Imunisasi ulangan maupun lanjutan (catch-up) untuk meningkatkan kadar antibodi tubuh kita mencapai kadar proteksi yang optimal, sehingga walaupun terlambat melakukan imunisasi bukan halangan untuk melanjutkan imunisasi.

Kenali dan Lakukan Treatment terbaik untuk “Acne”

Bismillahiorrohmanirrohim

Kebanyakan remaja yang memasuki usia puber pernah mengalami ini, tak menutup kemungkinan bagi mereka yang sdh tidak puber lagi ( hanya saja frekuensinya menurun ). Mengenal lebih dekat tentang acne (jerawat).

Bagaimana acne muncul?

1. Produksi kelenjar minyak yang berlebih, yang diperburuk dengan penyumbatan pori kulit oleh sel kulit mati atau sisa make up dan debu. Ini yang sering kita sebut komedo (baik blackhead ataupun whitehead)

2. Penyumbatan akan merangsang proses peradangan (reaksi imun) pada kulit disekitarnya, sehinggga acne tampak kemerahan dan menonjol.

3. Terdapat super infeksi dari bakteri p. acne, karena kondisi yang mendukungnya untuk tumbuh (anaerob) sehingga tampak nanah (pustula)

 

Ini penampakan yang biasa kita lihat:

a. Komedo

b. Acne meradang

c. Pustula

Treatment apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengatasi acne?

1. Facial di skin care yang terjamin “sterilitas” alatnya, jika sudah terlanjur ada komedo di wajah kita. tapi ingat jangan lakukan facial saat acne meradang ( ini akan memperburuk acne)

2. Minum Obat jika perlu, tentunya konsultasikan dahulu dengan ahlinya

3. Menghindari faktor-faktor yang membuat acne muncul kembali, diantaranya:

  • Perhatikan produk/ kosmetik yang anda gunakan, adakah kandungan zat yang bersifat komedogenik (memacu munculnya komedo)
  • Jangan malas untuk membersihkan wajah sebelum tidur atau setelah beraktivitas dari luar rumah, ini untuk menjaga agar pori kulit kita tetap bersih.
  • Hindari stress, makan pedas, karena akan memacu produksi kelenjar minyak kita

 Mari lakukan treatment yang tepat, dan jangan tunggu sampai acne anda meradang. karena jika acne telah terlanjur meradang dan bernanah, penyembuhannya akan menimbulkan masalah lain yaitu bekas acne yang menghitam ataupun scar (bopeng2) seperti ini :

Sumber : dari berbagai sumber