Kulit Wajah Sehat

 

Setiap wanita terutama dan juga tak mau ketinggalan kaum pria semua akan memperhatikan kondisi * kesehatan wajahnya. Kesehatan wajah maknanya tak hanya sekedar *putih, tapi lebih dari itu. Bagaimana kondisi kulit kita tidak berjerawat (untuk yang punya kulit oily), tidak mudah berkerut ( untuk kulit yang cenderung kering), tidak kusam, dan tidak berflek ( karena proses hiperpigmentasi dari melanosit). 

Agar kulit wajah selalu sehat, tentu kita harus *bersusah payah untuk merawatnya. Saat ini berbagai produk perawatan kulit banyak ditawarkan baik online maupun offline, dan kita sebagai konsumen sekaligus objek harus lebih selektif terhadap semua produk perawatan yang ada. Kenali jenis kulitmu ( apakah normal tanpa masalah, apakah termasuk kulit oily, ataukah termasuk kulit kering yang cenderung sensitif terhadap produk perawatan). Setelah kita tahu jenis kulit kita termasuk yang mana? kenali produk yang akan kita pakai, apakah aman? (ber sertifikasi halal untuk yang muslim, terdaftar di BPOM), cek juga kandungan produk yang kita pakai? (adakah zat yang berbahaya untuk kita? zat berbahaya untuk ibu hamil? bolehkah untuk ibu menyusui? apakah kandungannya bersifat komedogenik yang malah akan memacu timbulnya komedo yang lebih banyak lagi? apakah kandungan alkoholnya terlalu tinggi yang malah akan membuat kulit semakin kering?). And the Last, Bagaimana cara pemakaian produk perawatan tersebut? karena salah cara pakai bisa membuat kulit semakin *sakit ( terlalu kering, over oily, flek makin bertambah, etc) .

Sedikit info sebagai pembuka untuk informasi berikutnya yang akan saya ulas lebih detail lagi. Thank for reading this short review.

dr. Anis Tumpawati

 

Iklan

Bismillahirrohmanirrohim, mengawali sesuatu kembali

Ada banyak hal yang tersimpan yang ingin dituliskan kembali,  dibagikan kembali agar lebih terasa manfaatnya tidak hanya untuk diri sendiri,  tapi orang lain juga.  Each person have different potention,  show on your own potention.  Jika ada pepatah,  makin berisi makin merunduk,  coba maknai pepatah tersebut lebih baik lagi,  jangan menyimpan ilmu dan kelebihan yang ada pada diri kita untuk diri kita sendiri, malu untuk menunjukkan kelebihan kita karena takut dikira sombong, tapi tunjukkan kelebihanmu agar oranglain bisa belajar juga dari kita.  Inspiring from my husband.

dr. Anis Tumpawati

an nashihah

Bismillahirrohmanirrohim

Tentukan Jalanmu!

 

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ ، نَذِيرًا لِلْبَشَرِ ، لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ

“Sesungguhnya (neraka) itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia. (Yaitu) bagi siapa saja di antara kalian yang berkehendak akan maju atau mundur.” [Al-Muddatstsir: 35-37]

Roda kehidupan ini terus berputar dan tidak mengenal kata berhenti. Dalam perputarannya, pasti ada dua hal yang menyertai: maju ke depan atau mundur ke belakang. Kalau bukan maju menuju ketaatan berarti dia mundur ke arah kejelekan. Jika tidak maju menuju surga, berarti mundur menuju neraka. Karena, tidak ada kedudukan antara surga dan neraka. (Demikian makna keterangan Ibnul Qayyim dan sejumlah ahli tafsir)

Ini semakna dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا

“Setiap orang berusaha sehingga dia menjual dirinya (dalam transaksi kehidupan). Ada yang membebaskan dirinya (dari neraka), tetapi juga ada yang membinasakannya.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

Juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ

“Dan katakanlah, ‘Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, tetapi barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.’.” [Al-Kahf: 29]

Banyak dalil lain yang semakna dengan kandungan dua ayat dan hadits di atas.

Senantiasalah tentukan jalan dan pilihanmu dalam kesempatan hidup ini. Jalan yang mendekatkanmu kepada surga adalah terang sebagaimana jalan yang mengantar kepada neraka juga jelas.

Jalan kehidupan seorang mukmin adalah jalan yang pasti, bukan keraguan, was-was, dan kebimbangan.

Selalu terbuka untuk seorang mukmin, pintu harapan akan kebaikan yang berada di sisi Allah, serta menghindarkan diri dari segala hal yang dibenci dan mendekatkan kepada neraka.

Tentukan pilihanmu, selalulah menatap ke depan, dan jangan mundur ke belakang. Semoga Allah memberi keteguhan dan kelapangan hati di atas petunjuk.

sumber: http://dzulqarnain.net/tentukan-jalanmu.html

sekilas tentang “Jet Peel”

Bismillahirrohmanirrohim

Dalam perawatan kulit (skin care) sering kita mengenal istilah peeling baik itu chemical peeling ataupun mechanical peeling. lalu apa bedanya dengan Jet peel? Serupa tapi tak sama. Semua prosedur di atas tujuannya eksfoliate (mengelupas/mengamplas kulit) dengan mengangkat kulit terluar (kulit mati) sehingga kulit akan tampak lebih bersih dan halus.

Jetpeel merupakan prosedur perawatan kulit yang tidak menimbulkan rasa nyeri, bahkan klien akan merasa segar setelah perawatan dengan jet peel. tidak menimbulkan kemerahan pada wajah.

veicolazione-transdermica-jet-peel

Prinsipnya : dalam perawatan ini digunakan larutan saline dan udara yang dipancarkan dengan kecepatan 200m/s, sehingga dapat mengangkat 1/3 kulit mati, sekaligus “mengairi” dan memberikan oksigenasi pada kulit.

Tujuannya: Deep cleanses (membersihkan kulit), exfoliates  (mengangkat kulit mati), hydrates (melembabkan), oxygenates (menutrisi kulit) and micro-circulates (memperbaiki sirkulasi kulit). sehingga kulit akan tampak kenyal, lembut, mengurangi hiperpigmentasi, mengurangi kerutan (wrinkle), dan membersihkan bekas acne.

Dapat dilakukan pada area wajah dan leher (umumnya), tapi dapat juga digunakan pada bagian tubuh lain yang membutuhkan deep cleanses (head to toe). Perawatan ini  aman untuk semua jenis kulit, bahkan untuk yang berjerawat, krn dapat me’remove‘ comedo tanpa rasa sakit.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, perawatan ini dapat di ulang tiap 10-30 hari sekali.

Keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah

Bismillahirrohmanirrohim

Agar kita lebih bersemangat lagi beribadah di 10 hari pertama bulan dzulhijjah, butuh uraian singkat tentang keutamaannya.

Penjelasan berikut di ambil dari http://dzulqarnain.net/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah.html

Semoga bermanfaat….. Wa barokallohu fiikum

Dalam Al-Qur`an Al-Karim, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” [Al-Fajr: 1-2]

Setelah menyebutkan sejumlah ucapan ulama tafsir tentang ayat di atas, seorang mufassir ternama, lbnu Jarir rahimahullâh, dalam Tafsir-nya, menyimpulkan bahwamalam yang sepuluh” tersebut adalah malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan para ulama tafsir tentang hal tersebut.[1]

Ibnu Katsir rahimahullâh juga menguatkan hal tersebut sembari berkata, “Yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh Dzulhijjah sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbâs, Ibnu Az-­Zubair, Mujahid, dan ulama salaf (terdahulu) dan khalaf (belakangan) selain mereka ….”

Allah Subhânahû wa Ta’âlâ berfirman pula,

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ. لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ….” [Al-Hajj: 27-28]

Menurut lbnu Katsir rahimahullâh, yang dimaksud dengan “hari-hari yang telah ditentukan” dalam ayat di atas adalah sepuluh hari Dzulhijjah. Beliau menukil hal tersebut dari Ibnu ‘Abbâs, Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallâhu ‘anhumâ, Mujâhid, Qatâdah, ‘Athâ`, Sa’îd bin Jubair, Al-Hasan, Adh-Dhahhâk, ‘Athâ` Al-Khurasâny, dan lbrahim An-Nakha’iy, serta merupakan pendapat Madzhab Asy-Syâfi’iy dan yang masyhur dari Ahmad –semoga Allah merahmati mereka seluruhnya-.

Berdasarkan keterangan-keterangan dari dua ayat di atas, bisa disimpulkan bahwa sepuluh hari Dzulhijjah merupakan hari-hari yang memiliki fadhilah yang sangat besar bagi kaum muslimin.

Selain itu, bila kita memperhatikan berbagai ibadah yang disyariatkan pada sepuluh hari Dzulhijjah ini, akan tampak dengan jelas berbagai keistimewaan sepuluh hari tersebut. Al-­Hafizh Ibnu Hajar rahimahullâh berkata, “Yang tampak adalah bahwa keistimewaan sepuluh hari Dzulhijjah adalah karena (hari-hari itu merupakan) tempat berkumpulnya pokok-pokok ibadah, yaitu shalat, puasa, shadaqah dan haji, yang hal tersebut tidaklah terjadi pada (hari-hari) lain.”[2]

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga telah menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Hal tersebut dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ. فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tiada suatu hari pun yang amal shalih pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini. (Para shahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak pula (dilebihi oleh) jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘(Ya), tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun dari hal tersebut.’.” [3]

Hadits di atas merupakan hadits pokok yang menjelaskan keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijjah yang mengandung beberapa pelajaran, di antaranya:

Pertama, menunjukkan keutamaan beramal kebaikan pada sepuluh hari awal Dzulhijjah sehingga keutamaan beramal pada hari-hari tersebut tidak terkalahkan oleh amalan apapun pada selain hari-hari itu, termasuk amalan jihad di jalan Allah yang tidak mengakibatkan seseorang mati syahid karenanya. Oleh karena itulah, para ulama salaf sangat mengagungkan hari-hari Dzulhijjah ini.

Abu Utsman An-Nahdy[4] rahimahullâh berkata, “Sesungguhnya mereka (shahabat dan tabi’in) mengagungkan tiga sepuluh: sepuluh (hari) terakhir dari Ramadhan, sepuluh (hari) awal dari Dzulhijjah, dan sepuluh (hari) awal dari Muharram.”[5] Oleh karena itu, ini adalah suatu nikmat dan anugerah Allah kepada kaum muslimin agar mereka memanfaatkan sepuluh hari Dzulhijjah tersebut dengan sebaik mungkin.

Kedua, keterangan bahwa amalan shalih pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada amalan shalih yang bukan pada hari-hari tersebut menunjukkan bahwa segala amalan shalih pada sepuluh hari tersebut pahalanya dilipatgandakan.

Ketiga, frasa “amal shalih” yang dimaksud adalah sebuah konteks umum yang meliputi segala jenis amalan shalih, baik amalan shalih yang syariat dan tuntunannya dalam bulan Dzulhijjah telah tetap, seperti pelaksanaan haji, puasa ‘Arafah, hari An-Nahr (‘Idul Adha), berqurban, berpuasa, dan memperbanyak takbir, maupun amalan shalih yang merupakan hal yang disyariatkan atas setiap muslim pada segala keadaan, seperti ibadah-ibadah wajib, ibadah sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur`an, menyambung silaturahmi, dan berbakti kepada orang tua.

Keempat, dalam hal memperbandingkan antara sepuluh hari awal Dzulhijjah dan sepuluh malam akhir Ramadhan, terjadi silang pendapat di kalangan ulama tentang yang paling utama antara keduanya.

Ibnul Qayyim menukil dari gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh, bahwa Syaikhul Islam menyatakan, “Fashlul khithâb ‘pendapat yang menuntaskan perselisihan’ adalah bahwa malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan lebih utama daripada malam-malam sepuluh (hari) awal Dzulhijjah karena Rasulullahshallallâhu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam hal menunaikan ibadah pada malam-malam tersebut dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan terhadap malam-malam lain, sedangkan hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah lebih utama daripada hari-hari sepuluh terakhir Ramadhan berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbâs ini dan sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, ‘Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari An-Nahr’ [6] serta keutamaan yang datang dalam hari ‘Arafah[7].”[8]

Demikian pula keterangan Al-Mubarakfury rahimahullâh [9].

Dari Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim rahimahullâh juga menukil jawaban yang semakna, dengan redaksi yang lebih ringkas, sembari menyifatkan jawaban itu sebagai jawaban yang sangat memuaskan lagi mencukupi. Beliau juga menyatakan bahwa siapa saja yang menjawab bukan dengan rincian beliau, ia tidak mungkin membawakan argumen yang benar.[10]

Namun, Ibnu Rajab rahimahullâh memandang bahwa pendapat di atas adalah pendapat yang jauh dari kebenaran. Bagi beliau, hadits-hadits tentang lebih utamanya sepuluh hari awal Dzulhijjah berlaku umum untuk malam dan siang hari[11].

Wallâhu A’lam.


[1] Jâmi’ul Bayân 12/559.

[2] Fathul Bâry 2/460.

[3] Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry no. 969, Abu Dâwud no. 2438, At-Tirmidzy no. 756 (lafazh hadits adalah milik beliau), dan Ibnu Mâjah no. 1727.

[4] Beliau adalah Abdurrahman bin Mull, salah seorang ulama tabi’in yang wafat pada tahun 95 H.

[5] Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr Al-Marwazy dalam Ash-Shalâhsebagaimana dalam Ad-Durr Al-Mandzûr 8/502 karya As-Suyuthy. Baca pulalahLathâ’if Al-Ma’ârif hal. 31 karya Ibnu Rajab (cet. Maktabah Ar-Riyadh Al-Haditsiyah).

[6] Takhrîj-nya akan disebutkan.

[7] hadits tentang keutamaan hari ‘Arafah akan disebutkan.

[8] Demikian nash ucapan Ibnu Taimiyah yang dinukil oleh muridnya, Ibnul Qayyim, dalam Tahdzîb As-Sunan 6/315.

[9] Bacalah kitab beliau, Tuhfatul Ahwâdzy, pada penjelasan hadits no. 506 dariSunan At-Tirmidzy (Abwâb Ash-Shiyâm Bab fi Amal fi Ayyâm At-Tasyrîq).

[10] Bacalah Badâ`i’ul Fawâ`id 3/683.

[11] Bacalah keterangan beliau dalam Lathâ`if Al-Ma’ârif hal. 282.

Resep Udang Goreng Mentega

Bismillahirrohmanirrohim

Resep ini sangat disukai aisyah, dia akan makan dengan lahap tanpa aku bersusah payah membujuknya membuka mulut untuk makan. Dia akan menghabiskan porsi makannya dengan cepat. Resep ini bisa jadi alternatifku klo aisyah lagi ga mau makan.

Stok udang harus selalu “ready”, jadi klo sewaktu2 butuh “ada”. Memasaknya pun mudah……

Berikut resep memasaknya :

Resep udang Goreng Saus mentega

Bahan:

– 500 gram udang ukuran besar
– 50 gram margarine
– 7 sendok makan kecap asin
– 7 sendok makan kecap inggris
– 1/2 sendok teh lada halus
– 2 sendok makan kecap manis
– 2 siung bawang putih dimemarkan

Cara Mengolah:

1. Bersihkan udang (Buang ujung kepala udang dan  keluarkan kotorannya)
3. Goreng udang sampe dengan berubah warna.
4. Tumis bawang putih dengan margarin.
5. Masukkan kecap asin, kecap manis dan kecap inggris.
6. Tambahkan lada halus.
7. Setelah mendidih, masukkan udang goreng.
8. Aduk-aduk sebentar di atas api agar bumbu menyerap, kemudian angkat.
9. Hidangkan selagi panas.

Selain resep memasak udang, ini tak kalah pentingnya….

Tips menyimpan udang agar tetap enak:

  1. Udang segar tahan 1-2 hari jika didinginkan, dan tahan 2 bulan jika dibekukan( kepalanya harus dibuang).
  2. Udang lebih baik dibekukan dalam keadaan mentah. Jika ingin mencairkan udang segera, masukkan dalam air dingin jangan air hangat.
  3. Jangan lupa tuliskan tanggal membelinya dan menyimpannya, agar kita tidak lupa.
  4. Udang dsimpan dalam plastik tertutup rapat.

 

 

 

Resep “Steak Daging Sapi” Rumahan

Bismillahirrohmanirrohim….

Menyambut Lebaran Haji (Idul Adha), akan banyak daging (sapi atau kambing) yang kita sendiri bingung mau dimasak apa-krn bosan dimasak itu2 aja? ingin memasak sesuatu yang beda dari biasanya. Resep ini bisa jadi alternatif masakan yang kita sajikan….

Resep di ambil dari blog tetangga, karena masih belajar juga jadi aq copas aja…

Semoga sukses belajar masaknya 🙂

Bahan Utama :
1. 500 gram daging has dalam sapi, yang dibiarkan utuh
2. 2 sekdok makan susu bubuk larutkan dengan 150 ml air
3. 2 sendok makan minyak sayur
4. 4 sendok makan kecap manis
5. 750 mili liter air putih
6. Garam secukupnya

Bumbu steak daging sapi :
1. 1/2 sendok teh merica butiran, haluskan
2. 1/2 centimeter biji pala, haluskan
3. 5 siung bawang putih, haluskan

Setup sayuran steak daging sapi :
1. 20 gram bawang bombay, cincang halus
2. 3 sendok makan biji jagung manis
3. 1 siung bawang putih, cincang halus
4. 3 sendok makan kacang polong beku
5. 1 buah wortel, potong dadu 1 cm
6. 1 sendok makan margarin

Cara membuat steak daging sapi :
1. Pertama tusuk-tusuk daging sapi menggunakan sendok garpu.
2. Kemudian lumuri daging sapi dengan bumbu halus sampai rata.
3. Masukkan kecap, aduk hingga rata kemudian simpan diwadah bertutup dan masukkan ke dalam kulkas selama satu malam.
4. Setelah itu panaskan minyak, masukkan daging berikut bumbu rendamannya.
5. Kemudian aduk hingga seluruh sisi daging berwarna kecokelatan.
6. Masukkan air, tutup panci dan masak hingga daging menjadi empuk.
7. Lalu angkat, potong-potong daging sapi dengan arah melintang.
8. Masukkan kembali ke panci, dan beri susu.
9. Masak kembali hingga kuah daging sapinya mendidih.
10. Setelah mendidih lalu angkat.

Untuk memasak setup sayuran steak daging sapi, maka tumis bawang putih dan bawang bombay hingga tercium wangi. Kemudian tambahkan sayuran dan aduk sebentar lalu segera angkat. Hidangkan steak daging sapi ini bersama sayuran, resep ini dibuat untuk 4 porsi.