Nasehat Untuk Muslimah Tentang Internet ^^

NASEHAT BAGI MUSLIM TENTANG INTERNET

Oleh: Syaikh Ubaid Al-Jabiri

Pertanyaan:
Wahai Syaikh -semoga Allah menjagamu-, apa nasehatmu bagi para pengguna internet sehubungan dengan beragam kejelekan yang muncul di dalamnya belakangan ini?

Jawab:
Menurutku internet bagaikan pedang bermata dua. Wajib bagi pengguna internet untuk tidak terlalu berlebihan dalam menggunakannya. Sebagian orang menghabiskan berjam-jam menggunakannya, mereka sampai bergadang malam hingga melewatkan shalat subuh atau ibadah-ibadah wajib lainnya. Mungkin mereka bisa hadir shalat subuh dengan berjamaah, namun bisa jadi mereka luput dari perkara wajib lainnya. Ini adalah sebuah kesalahan.

Begitu juga aku nasehatkan mereka untuk tidak mengikuti (mempercayai) semua yang tersebar di internet, karena sebagian besar waktu yang dihabiskan seseorang di internet adalah kesia-siaan, atau dia mungkin akan menemukan materi yang tidak ada manfaatnya.

Aku nasehatkan mereka untuk mengambil faedah berupa ilmu agama dan tidak mengisi waktu mereka (tersibukkan) dengan apa yang tersebar di internet kecuali ilmu agama yang dapat memahamkan agama Allah kepada diri mereka.

Inilah nasehatku, barakallahu fiikum.

Diterjemahkan dari: http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=6&Topic=4220
Silakan dicopy dengan mencantumkan url: http://ulamasunnah.wordpress.com

Sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/05/nasehat-bagi-muslim-pengguna-internet/

 

NASEHAT BAGI MUSLIMAH TENTANG INTERNET

Oleh: Asy-Syaikh `Ubaid Al Jâbirî


Soal Pertama:

Beberapa akhwat menulis beberapa makalah ilmiah (tentang agama –pent.) di beberapa website, mereka membantah para penulis berkenaan dengan pernyataan-pernyataan mereka. Apa pendapat syaikh tentang perkara ini?

Jawab:

Aku nasehatkan kepada seluruh muslimah, terutama para akhwat salafiyah untuk tidak larut dalam permasalahan ini karena:

Pertama: Apa yang dia lakukan ini menyita waktunya.

Kedua: Perkara ini justru mengekspos dirinya untuk menjadi ejekan dan objek hiburan bagi orang-orang yang ngawur dan berpenyakit hatinya.

Namun apabila dia memang harus melakukan perkara ini, maka hendaknya dia membekali diri dengan mendengar taklim-taklim ilmiyah dari orang-orang yang dikenal keilmuan, kecerdasan, dan pengamalannya terhadap dien. Demikian juga, tidak ada yang mencegahnya untuk menyebarkan ucapan serta fatwa-fatwa para ulama yang mulia sehingga ikhwan dan akhawat lainnya bisa memperoleh manfaat darinya.

Soal Kedua:

Apa hukumnya seorang akhwat berbicara dengan ikhwan atau sebaliknya melalui internet?

Jawab:

Di mana dirimu dari jawaban kami? Kami nasehatkan untuk meninggalkan perkara ini, meninggalkan urusan diskusi, saling bertukar informasi, persepsi, dan urusan perasaan ini sebagaimana yang telah kusebutkan sebelumnya .

Kedua, ini sebagai tambahan untuk jawaban dari pertanyaan Anda, aku katakan bahwa banyak laki-laki yang berpenyakit hatinya masuk ke program-program khusus bagi wanita (mungkin yang dimaksudkan oleh Asy Syaikh seperti mailing list, forum diskusi, atau chatting room yang dikhususkan bagi wanita, wallahu a’lam – pent.) dengan nama wanita, seperti ummu fulan dst., ummu ‘allan dst. Sungguh! Dia menggunakan nama perempuan, dan tujuannya adalah untuk bersenang-senang dengan cara yang membahayakan para muslimah.

(Diterjemahkan untuk blog http://ulamasunnah.wordpress.com dari http://fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=607)

Sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/03/06/
nasehat-bagi-para-muslimah-berkaitan-dengan-internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s